Penerimaan APBN 2010 Diperkirakan Rp871,9 Triliun
JAKARTA (BagKeu News) - Pemerintah memperkirakan penerimaan APBN tahun depan sebesar Rp871,9 triliun dengan total belanja Rp949,1 triliun.
"Maka defisit Rp77,1 triliun, 1,3 persen dari GDP. Ini sudah mengakomodasi belanja untuk stimulus termasuk penurunan tarif pajak badan yang akan terjadi pada 2010," jelas Menkeu Sri Mulyani, usai rapat dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa
Menurutnya, berbagai kebijakan fiskal akan dikombinasikan dengan kebijakan nonfiskal, perdagangan, industri, dan moneter, sehingga bisa disinkronkan untuk mendorong ekonomi dalam negeri menjadi positif.
Selain itu, menurutnya, adanya krisis ekonomi dunia meski guncangannya tidak terlalu seperti 2008 menjadi lebih stabil, namun fungsi dari lembaga keuangan dan perbankan yang rugi karena kredit bermasalah tinggi.
"Mungkin belum akan terpecahkan dalam jangka pendek, akibatnya ekonomi global 2010 baru pulih pada positif growth. Meski aktivitas pulih 2010, tingkat pengangguran yang terjadi secara global masih tinggi," jelasnya.
Dia menambahkan, percepatan pemulihan ekonomi masih ada masalah, 2010 pemerintah melihat tantangan global masih terus diwaspadai. Oleh karena itu, pemerintah mendesain APBN dengan meminimalisir dampak kondisi global.
"Kebijakan ini akan tertuang pada bentuk total anggaran yang dibelanjakan untuk seluruh kementerian lembaga, akan mencapai Rp330 triliun," pungkasnya. (ade/eq)
Sumber: Okezone, InfoBankNews.com.
Bagian Keuangan BPPK adalah unit eselon III di bawah Sekretariat Badan Diklat Keuangan, Kementerian Keuangan
